Kisah Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19

SAKONGKIUKisah Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19 – PSSI mengumumkan secara resmi pemutusan kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Namun Indra bakal mendapat tugas baru dalam federasi untuk mengurus sektor pengembangan sepak bola Indonesia menuju Piala Dunia 2034.

Dalam rilis resmi PSSI yang diterbitkan sore lalu, PSSI menyampaikan apresiasi kepada Indra Sjafri yang telah melatih Timnas U-19 sejak Januari 2017. Indra membimbing skuat Garuda Asia di beberapa ajang seperti Piala AFF U-18 hingga Kualifikasi Piala Asia U-19.

“PSSI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indra Sjafri yang selama ini bekerja keras bersama Timnas U-19. Kami tetap akan bekerja sama dengan pelatih Indra di federasi untuk membangun sepak bola nasional. Ini merupakan tugas dan tantangan yang jauh lebih besar,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Jadwal Bank Online Offline Di Indonesia

Kini Indra Sjafri punya fokus baru di bidang pengembangan sepak bola atau football development. Pengembangan sepak bola merupakan salah aspek yang ingin dibenahi oleh PSSI selain organisasi, kompetisi, tim nasional, serta bisnis dan industri.

Dalam mengemban tugasnya di sektor tersebut, Indra turut berupaya mewujudkan target Indonesia untuk tampil berbagai ajang internasional sebelum Piala Dunia 2034. Misalnya Piala AFC U-19 2020, Youth World Cup 2021 hingga Olimpiade 2024.

Setelah dipecat, sementara ini Indra Sjafri diminta untuk menyiapkan transisi Timnas U-19 dengan tim pelatih baru. Barulah pada Februari 2018 mendatang eks-pelatih Bali United itu bisa fokus membidani sektor pengembangan sepak bola nasional.

Indra Sjafri ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19 pada pertengahan bulan Januari 2017 dengan kontrak kerja hingga Desember 2017. Indra sempat mengemban pekerjaan serupa dari tahun 2013 hingga 2014.

Bersama Indra, Skuat Garuda menjuarai Piala AFF 2013 dengan mengalahkan Vietnam pada partai final. Pada Piala AFF bulan September 2017 lalu, Egy Maulana dan kawan-kawan hanya mampu finis di posisi ketiga.

Sementara pada babak kualifikasi Piala Asia u-19 2018 di Korea Selatan, Indonesia hanya finis di posisi ketiga Grup F. Meski demikian, skuat Garuda tetap lolos ke putaran final berstatus tuan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *